Seorang karyawan akuntansi wanita tahu kalau aku pergi ke salon pink untuk urusan bisnis. Kupikir dia akan memarahiku, tapi dia bilang akan memberiku blowjob supaya aku tidak pernah ke salon pink lagi. "Ini bukan pertama kalinya kamu ke salon pink, kan? Menjijikkan," "Tidak masalah kamu ke salon pink siapa, yang penting bisa dapat blowjob," katanya sambil melotot jijik, sambil tetap memberiku blowjob yang lengket! Aku naif berpikir tidak apa-apa kalau wanita secantik itu bisa membuatku orgasme... Dia tidak berhenti dengan satu blowjob, tapi terus memberiku lebih banyak, supaya hasrat seksualku tidak memuncak! "Aku harus memastikan semuanya keluar," katanya, dan dia terus membuatku orgasme dengan gaya yang tak henti-hentinya sampai penisku mati rasa.